IMG_7052-copy

One Day Ride In Jogja – Asu vs Landak = Sundak!

IMG_7076-copy

Goodbye Pok Tunggal! Suatu hari nanti saya akan kembali” itulah kalimat yang saya ucap dalam hati ketika meyalakan x-ride dan melanjutkan perjalanan.. next destination pantai Pulang Sawal atau lebih popular dengan nama pantai Indrayanti.

G0072151-copy

Kembali melewati jalan yang cukup menantang dari pantai hingga jalan raya utama,namun kali ini tidak terasa berat karena hati masih senang setelah melihat pantai Pok Tunggal. Dari Pok Tunggal ke Pantai Indrayanti tidak memakan waktu lama hanya sekitar 5 menit kita sudah sampai ke Kawasan pantai tersebut, namun sayangnya entah kenapa saya mengurungkan niat untuk mampir ke Pantai Indryanti, mungkin karena sudah terlihat ramai dengan terparkirnya bis dan mobil pribadi wisatawan.

Gw pun melanjutkan riding melewati kawasan pantai Indrayanti, namun tidak jauh atau bisa dibilang bersebelahan dengan pantai Indrayanti gw mampir ke pantai Sundak. Sebenarnya pantai ini tidak lah dalam rencana tempat yang akan gw singgahi, namun karena terlihat sepi gw jadi penasaran ingin melihat ke dalam.

IMG_7052-copy

Dari berbagai sumber yang gw kumpulkan nama pantai ini ada sejarahnya, nama pantai ini sebelumnya bernama Wedibedah atau bisa diartikan pasir yang terbelah, dinamakan Pantai Wedibedah karena pada tahun 1930an (cmiiw) terjadi fenomena alam unik. Pada saat itu jika musim hujan tiba, banyak air dari daratan yang mengalir menuju lautan. Akibatnya, dataran di sebelah timur pantai membelah sehingga membentuk bentukan seperti sungai. Air yang mengalir seperti mbedah (membelah) pasir. Bila kemarau datang, belahan itu menghilang dan seiring dengannya air laut datang membawa pasir. Fenomena alam inilah yang menyebabkan nama pantai menjadi Wedibedah.

IMG_7061-copy

Nah sekitar tahun 1976, ada sebuah kejadian menarik. Suatu siang, seekor anjing sedang berlarian di daerah pantai dan memasuki gua karang bertemu dengan seekor landak laut. Karena lapar, si anjing bermaksud memakan landak laut itu tetapi si landak menghindar ke dalam gua yang lalu dikejar oleh si anjing. Terjadilah sebuah perkelahian yang akhirnya dimenangkan si anjing dengan berhasil memakan setengah tubuh landak laut. Perbuatan si anjing diketahui pemiliknya, bernama Mbah Arjasangku (cmiiw), yang melihat setengah tubuh landak laut di mulut anjing. Mengecek ke dalam gua, ternyata pemilik menemukan setengah tubuh landak laut yang tersisa. Nah, sejak itu, nama Wedibedah berubah menjadi Sundak, singkatan dari asu (anjing) dan landak.

IMG_7048-copy

Tidak disangka sangka perkelahian itu membawa berkah bagi penduduk setempat. Setelah selama puluhan tahun kekurangan air, akhirnya penduduk menemukan mata air. Awalnya, si pemilik anjing heran karena anjingnya keluar gua dengan basah kuyup. Hipotesanya, di gua tersebut terdapat air dan anjingnya sempat tercebur ketika mengejar landak. Setelah mencoba menyelidiki dengan beberapa warga, ternyata perkiraan tersebut benar. Jadilah kini, air dalam gua dimanfaatkan untuk keperluan hidup penduduk. Dari dalam gua, kini dipasang pipa untuk menghubungkan dengan penduduk. Temuan mata air ini mengobati kekecewaan penduduk karena sumur yang dibangun sebelumnya tergenang air laut.

IMG_7073-copy

Pantai Sundak memang bukan pantai untuk berenang di karenakan di bibir pantainya terdapat banyak karang sehingga tidak memungkinkan untuk berenang namun karena banyak karang terdapat banyak biota laut yang berkumpul di celah celah karang tersebut dari ikan ikan kecil hingga bintang laut. Pada saat gw berada di pantai ini hanya sedikit pengunjung dan memang terlihat mereka sedang bermain mencari biota laut di karang karang yang berada di bibir pantai. Jika membawa keluarga pantai ini juga asik untuk tempat berpiknik dengan memesan ikan mentah untuk dibakar beramai-ramai bersama keluarga.

Dengan membayar beberapa ribu, kita dapat membeli kayu untuk bahan bakar. Kalau malas, pesan saja yang matang sehingga siap santap. Memang sih tidak bisa berenang namun bermain air sambil mencari biota laut tentunya juga bisa menyenangkan.

Gw membayangkan betapa indahnya pantai ini di nikmati sambil berkemah dan menyantap ikan bakar di bawah jutaan bintang dan ditemani oleh api unggun.

3 thoughts on “One Day Ride In Jogja – Asu vs Landak = Sundak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s