Bromo Escapade – Back to Surabaya and Home

BROMOBROMODSCN1520

Perjalanan kami lanjutkan, Surabaya adalah destinasi kami. Karena posisi kami berada di selatan maka kami memilih untuk kembali ke surabaya lewat kota Malang dan kembali ke utara lewat Singosari dan Lawang lanjut Sidoarjo hingga Surabaya.

BROMOBROMODSCN1544

Setelah menikmati bukit Teletubies kami lanjutkan ke arah selatan mengikuti jalur yang sudah ada yakni ke arah desa Ngadas. Menikmati pemandangan dalam perjalanan pulang benar benar menyegarkan mata dan hati, barisan bukit yang mengelilingi kawasan Bromo sangat menajubkan mengingatkan gw akan serial dokumenter longway round ketika mereka berada di Mongolia pemandangan yang gw lihat menyerupai pemandangan di Mongolia. Kalau dikasih kesempatan ke Mongolia dan menemukan pemandangan yang mirip seperti ini pasti gw akan bilang kalau serasa berada di Bromo..hehehe

Back To Surabaya

BROMOBROMODSCN1548

Perjalanan dilanjutkan melewati jalur yang sudah tersedia, jalur tersebut adalah mungkin satu satunya jalur yang memungkinkan untuk dilalui dengan motor dan kendaraan roda empat. Namun sayang sekali jalur tersebut cukup rusak terlihat juga bekas longsor.

Kami sempat mengalami sebuah incident dimana roda depan Cindy jeblos kedalam sebuah lubang membuat keseimbangan motor kurang terkendali sehingga sidebox kiri gw menghantam tebing dan karena benturan tersebut gw tidak kuasa menahan Cindy hingga harus rela gw lepas dan menhantam tanah. Syukur kami berdua tidak cedera. Beruntung ada beberapa pengendara motor yang di belakang ikut membantu membangunkan Cindy supaya kita bisa cepat melanjutkan perjalanan.

BROMOBROMODSCN1549

BROMOBROMODSCN1554

Kami berhenti di pintu masuk Coban Pelangi, memeriksa kerusakan apa saja yang di derita Cindy.  Sidebox dipastikan lecet lecet, bracket frame slider patah dan bracket side box bengkok sehingga sidebox tidak center. Kami tetap bersyukur pengendaranya masih dilindungi olehNYA supaya kita bisa kembali ke rumah dengan selamat.

BROMOBROMO2013-08-17 13.25.54

Berhubung kami berhenti di Coban Pelangi kami memutuskan untuk menikmatinya. Coban? apakah Coban? dalam bahasa Jawa Coban berarti air terjun. Air terjun ini dinamakan air terjun Pelangi. Air terjun dengan tinggi sekitar 96 meter menjadi lokasi wisata warga desa sekitar dan juga warga kota Malang. Karena tinggi yang hampir seratus meter kita tidak bisa bermain air langsung dibawah air terjun ini. Percikan airnya pun bisa terasa walau dari jarak 20 meter dari jatuhnya air dan disinilah kita bisa melihat  pelangi akibat percikan air dari atas air terjun. Karena debit air cukup deras, dan tanda-tanda peringatan banyak dipasang di sekitar air terjun, maka kami hanya sampai didepan pagar yang dipasang saja untuk berdiri melihat pemandangan.

BROMOBROMO2013-08-17 14.00.15

Tiket masuk  Coban Pelangi adalah Rp 7000,- (mungkin karena hari raya atau libur) per orang. Tempat parkirnya juga berada didalam dan dijaga beberapa petugas untuk keamanan motor yang akan dititipkan. Dari loket karcis kita harus turun melewati jalan yang berbentuk undak-undakan kemudian beberapa kali jalan berganti naik dan berkelok-kelok. Bagi yang belum terbiasa jalan dalam suasana alam seperti ini cukup melelahkan, apalagi kanan kiri berupa bukit dan jurang.

BROMOBROMO2013-08-17 13.52.01

Bagusnya memang tersedia warung-warung sederhana bagi yang ingin minum panas maupun dingin dan camilan sederhana seperti gorengan dan mi instan, kopi maupun teh untuk sejenak beristirahat di tengah perjalanan. Bagi yang tidak ingin ngemil, tersedia juga tempat duduk untuk istirahat ditengah perjalanan untuk kemudian melanjutkan lagi sampai ke obyek yang dituju.

BROMOBROMODSCN1583

BROMOBROMODSCN1593

Oke… setelah puas dan cape jalan kaki ke Coban Pelangi kami lanjutkan perjalanan pulang, setelah melewati desa Ngadas dan pintu keluar/masuk kawasan Bromo kami langsung mengarahkan Cindy ke kota Malang via Tumpang perjalanan ke Malang sangat lancar dan cuaca sangat cerah. Sekitar jam 2 siang kami memasuki kota Malang kami akhirnya memutuskan untuk berhenti makan siang antara kota Malang dengan Singosari.

BROMOBROMODSCN1602

BROMOBROMODSCN1567

Setelah istirahat dan makan sekitar 1 jam kami lanjutkan perjalanan kali ini jalur Malang – Singosari – Lawang trafficnya cukup padat dan mengantri karena ada beberapa titik yang melakukan kegiatan event 17 Agustus, kecepatan maksimal hanya 40km. Magrib akhirnya kami sampai kota Sidoarjo, disana gw mengontak seorang teman (Bayu) yang tinggal di Sidoarjo untuk bertamu kerumahnya, Gw pernah melakukan perjalanan dengan Bayu tahun lalu ke Dieng ke event NNDR2012.

Setelah mendapat arahan dari Bayu akhirnya gw melanjutkan perjalanan mencari rumahnya dia, namun karena konsentrasi sudah berkurang gw salah membaca petunjuk jalan sehingga sempat nyasar kembali ke arah selatan, beruntung tidak jauh dan bisa kembali ke jalur yang benar gw pun sampai dirumah Bayu sekitar jam 7.

IMG-20130819-WA0012

IMG-20130819-WA0011

IMG-20130819-WA0013

Kebetulan juga Bayu memiliki warung Nasi Kucing sehingga pas sekali dengan waktunya makan malam, tidak ragu ragu kami langsung mencicipi Nasi Kucing yang berhasil membuat perut keroncongan terisi kembali.. thank you mas Bayu..

Tidak lama kami di tempatnya Bayu kami lanjutkan perjalanan ke Surabaya, setelah mendapat arahan ke Hotel yang kami tuju, langsung lah kita pamit. Perjalanan dari Sidoarjo ke Hotel di Embong (jalan) Kenongo di Surabaya memakan waktu sekitar 45 menit karena traffic yang padat mungkin karena malam minggu.

HOTEL88

Hotel yang sudah kami booking sebelumnya sangat mudah dicari dan cukup terkenal dan rekomended karena harganya bersahabat dibawah 300 ribu namun sangat bersih dan nyaman. Dan benar terbukti hotel bersih dan dilengkapi dengan fasilitas wifi gratis di setiap kamar membuat kami nyaman melepas lelah dari perjalanan yang kami alami hari ini.

Back Home

HOTEL88_00

Minggu pagi… saatnya kembali ke Jakarta, namun sebelumnya gw harus mengantarkan kembali Cindy ke ekspedisi Toto Express untuk dikirim ke Jakarta. Setelah sarapan dihotel gw langsung ke lokasi kantor Toto Express (stasiun pasar turi) yang ternyata tidak terlalu jauh dari hotel dan hanya memakan waktu 10 menit untuk mencapai ke lokasi. Ketika sampai di Toto Express sempat dag dig dug karena pintu kantor tertutup rapat, di ketok pintunya pun tidak ada jawaban, beruntung gw masih menyimpan nomor kantor tersebut dan akhirnya ada yang mengangkat dari dalam  sehingga pintu dibukakan dan bisa langsung memproses pengiriman Cindy ke Jakarta.

Setelah urusan Cindy selesai gw kembali ke hotel untuk bersiap pulang. Dikarenakan flight kami sore setelah check out dari hotel kami memutuskan untuk mencoba makanan khas Surabaya. Kami mencoba makan Lontong Balap, Lontong balap Cak Gendut di jalan Keranggan menjadi tempat yang di rekomendasikan oleh supir taksi yang kami tumpangi.

BROMOBROMO2013-08-18 13.13.16

Setelah makan siang Lontong Balap kami memutuskan untuk cuci mata di Tunjungan Plaza mengisi waktu sebelum ke Airport. Tidak terasa sudah mendekati sore kami pun melanjutkan ke Airport syukur pesawatnya boarding dan take off tepat waktu, jam 9 malam kami pun sampai di rumah masing masing dengan selamat, sehat, senang namun belum puas…

Setelah gw jalankan dan rasakan, melakukan perjalanan ini sangat efisien dengan waktu dan tenaga dan cocok sekali dengan situasi dan kondisi pekerjaan yang menyita waktu gw. Kebetulan ekspedisi yang gw gunakan mengirim Cindy menurut beberapa teman overpriced, ya gw juga merasa demikian karena mungkin pas dengan moment hari raya. Jika tidak pada moment hari raya mungkin hanya setengah harga. Memang soal biaya akan keluar lebih ekstra namun menurut gw masih worthed sebanding dengan pengalaman yang gw dapat.

Kami akan kembali ke Bromo… theres something magical there that makes you want to go back…🙂

6 thoughts on “Bromo Escapade – Back to Surabaya and Home

  1. mantap dah mampir ke coban pelangi… tambah bagus sekarang… ane kesana kira2 12 tahun yang lalu… camping… tempat yang nyaman utk camping… penampakannya banyak cuman baik asal gak ngganggu… rata2 buat njagain kebun apel di sekitarnya… kalo beruntung, pas siang bisa liat kera bergelantungan di bukit di samping sungai… dulu sungainya masih alami… ntah sekarang…

    sego kucing bayu sebagai obat galau bini kalo ane sowan kesana…xixixixixi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s