BROMOBROMODSCN1123

Bromo Escapade – From The Train Station to The Lodge

BROMOBROMODSCN1170

Tanggal 15 Agustus! Saatnya berangkat. Kami berangkat dari Jakarta dengan menggunakan kereta Argo Anggrek malam. Kenapa memilih kereta malam karena kami harus bekerja terlebih dahulu lalu gw dari kantor menjemput Nita di kantornya sebelum ke Gambir.

Saatnya Berangkat!

BROMOBROMO2013-08-15 20.09.55

Gw sendiri terakhir naik kereta itu sekitar 6 tahun yang lalu dan kebetulan tujuan 6 tahun yang lalu ke Surabaya juga, anggap saja napak tilas hehe, sedangkan untuk Nita dia sehari harinya naik kereta pulang pergi ngantor, namun untuk perjalanan yang jauh belum pernah juga.

BROMOBROMODSCN0949

Jam 8 malam kita sudah di Gambir, setelah menukarkan e-tiket kami ke tiket boarding kita makan terlebih dahulu, setelah itu langsung kita menunggu kereta di peron dan sekitar jam 9 kereta datang. Gw memilih tempat duduk paling depan pada gerbong ke 4 yang ternyata adalah pemilihan yang salah.

BROMOBROMODSCN0956

Kenapa? karena setiap penumpang yang ingin ke toilet akan membuka pintu gerbong ataupun jika petugas kereta keluar masuk gerbong pasti akan membuka pintu, hal tersebut cukup mengganggu karena suara bising di luar kereta akan terdengar, next time jika memilih tempat duduk sebaiknya tepat di tengah tengah gerbong supaya tidak terlalu terganggu jika ada yang membuka tutup pintu gerbong. Sudah bisa ditebak kegiatan di kereta adalah tidur (walaupun beberapa kali terbangun karena suara bising ketika pintu gerbong dibuka).

Surabaya!

BROMOBROMODSCN0978

Jam 7 pagi tepat kami sampai di stasiun Pasar Turi Surabaya, tugas pertama adalah mencari kantor ekspedisi Toto Express dan menjemput Cindy disana.

BROMOBROMODSCN0988

Karena tidak mengetahui lokasi secara tepat kantor Toto Express kami pun menggunakan jasa Becak untuk mencapai ke lokasi, tukang becak pun sudah apal sekali dengan lokasi dan memang ternyata sangat dekat dengan stasiun hanya sekitar 500 meter.

BROMOBROMODSCN1003

BROMOBROMODSCN0996

Proses penambilan Cindy pun dilakukan dengan cepat, setelah melakukan proses administrasi dan proses unpacking kami langsung berangkat dengan rute Surabaya – Sidoarjo – Porong – Pasuruan – Probolinggo. Traffic pada pagi hari ini sangat lancar tidak ditemukan kemacetan perjalanan hingga lepas Sidoarjo kami lalui dengan sangat lancar, kami pun mengambil jalur alternatif untuk menghindari kepadatan di Gempol.

BROMOBROMODSCN1017

Petunjuk arah jalur alternatif ini pun sangat jelas bisa kita lihat sebelum masuk kota porong kami masuk memutari lokasi bencana lumpur lapindo dari sisi timur dan keluar tepat di gerbang masuk kota Bangil. Kami sempat berhenti sejenak di kota Bangil untuk minum.

BROMOBROMODSCN1007

Cuaca hari ini sangat terik dan cerah dan kebetulan kondisi traffic juga sangat lancar sehingga untuk mencapai kota Pasuruan tidak ada kendala sama sekali, begitu pula ketika melewati kota tersebut, kami lalui dengan sangat lancar.

Jam 10.30 Sekitar 15km sebelum masuk kota Probolinggo kami kembali berhenti di Indomaret untuk buang air kecil dan juga berteduh karena cuaca yang sangat terik. Sekitar 20 menit kami gunakan waktu untuk menyegarkan kondisi tubuh yang dehidrasi karena teriknya udara di siang ini. Kami lanjutkan perjalanan, oh iya destinasi kali ini adalah Cemoro Lawang, jika kita menyebut Bromo atau lebih tepat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki banyak akses namun yang umum ada tiga pintu yakni dari kota Pasuruan lalu kota Probolinggo dan juga Tumpang. Kebetulan kita akan mencoba memasuki lewat kota Probolinggo setelah mengikuti saran beberapa teman yang sudah sering kesana. Supaya di kesempatan berikutnya gw bisa mencoba lewat kota Pasuruan.

BROMOBROMODSCN1030

Sebelum masuk kota Probolinggo gw mampir ke pom bensin, sambil bertanya ke petugas pom apakah ada tidaknya tanda penunjuk menuju kawasan Bromo. Gw sempat dianjurkan juga oleh seorang teman untuk masuk sebelum kota Probolinggo untuk menghindari traffic yang mungkin padat, Ia menganjurkan untuk masuk tepat di seberang rumah makan Rawon Nguling yang ada di kiri jalan dan gw coba tanyakan kembali ke petugas pom Ia juga menganjurkan juga untuk masuk lewat jalan depan rumah makan tersebut karena lebih dekat, rumah makan Rawon Nguling itu tidak jauh dari pom bensin tempat kami berhenti tadi, kira kira hanya sekitar 1 kilometer.

BROMOBROMODSCN1039

BROMOBROMODSCN1069

Hal menyenangkan yang kami alami adalah selama perjalanan tidak menemui kondisi lalu lintas yang padat, begitu juga ketika kita memasuki wilayah kawasan Bromo kondisi sangat sepi padahal masih dalam masa liburan. Kami sempat berhenti di beberapa spot untuk mengabadikan keindahan yang telah disuguhi oleh sang pencipta selama perjalanan.

BROMOBROMODSCN1091

Akhirnya kami sampai di Cemoro Lawang, setelah membayar tiket retribusi masuk ke kawasan kami langsung ke penginapan yang sudah kami booking terlebih dahulu sebelumnya.

The Lodge

BROMOBROMODSCN1122
Hotel Cemara Indah adalah hotel tempat kami menginap, gw mendapatkan rekomendasi hotel ini setelah membaca beberapa refrensi yang antara lain dari tripadvisor.com Hotel ini letaknya tepat di pinggir caldera sehingga dari halaman hotel kita bisa langsung menikmati gunung Bromo dan gunung Batok, karena berada lokasi dengan view yang sangat bagus maka hotel ini selalu jadi hotel favorit turis manca negara, tidak heran harga yang dikenakan untuk sebuah kamar standar jika check in on the spot adalah 550ribu dan jika pada high season bisa mencapai 700ribu karena memang target maket hotel ini adalah turis asing.

BROMOBROMODSCN1094

Beruntung gw mencari beberapa refrensi dari internet dan menemukan tips jika ingin menginap di hotel ini sebaiknya booking terlebih dahulu melalui agen perjalanan di kota terdekat, dan kebetulan gw menemukan agen perjalanan online dari kota Malang yang menawarkan kamar standar di hotel tersebut dengan harga 400ribu yang harus dibooking 2 minggu sebelum tanggal check in, lumayan banget lebih murah 150ribu.

BROMOBROMODSCN1113

Kami sampai di penginapan tepat jam 12 siang, jadi perjalanan kami dari Surabaya ke lokasi hanya memakan waktu 3 jam dengan catatan kondisi lalu lintas lancar. Sambil menunggu kamar hotel di persiapkan kami memutuskan untuk makan siang di restoran hotel sambil menikmati pemandangan lautan pasir bromo.

BROMOBROMODSCN1138

BROMOBROMODSCN1141

Bagaimana harga makanan di restoran hotel tersebut? Menurut gw cukup reasonable, untuk nasi goreng sekitar 38ribu hah! 38ribu reasonable? hehehe tunggu dulu.. gw pun sempat kaget kok bisa mahal namun setelah makanannya datang akhirnya gw memaklumi kenapa harganya segitu porsinya besar selain dilengkapi dengan salad nasi goreng juga dilengkapi oleh telor mata sapi dan juga dada atas ayam yang di goreng tepung ala kentucky tidak lupa di dalam nasi goreng ada bakso dan sosis.

BROMOBROMODSCN1137

Sayangnya gw lupa mengambil foto makanan yang gw pesan, malahan gw mengambil foto soto ayam yang di pesan oleh Nita, untuk makanan yang lain pun porsinya juga cukup besar. Jadi harga mengikuti porsi.. hehe

Setelah makan siang kami langsung unpacking di kamar penginapan, kamar penginapan standar cukup baik dan bersih, dikamar sudah disediakan air minum complimentary sebanyak dua botol juga disediakan termos listrik dan kopi dan teh sachet.

BROMOBROMODSCN1146

BROMOBROMODSCN1148

Kamar mandi biasanya menjadi tolak ukur apakah hotel tersebut bersih atau tidak, menurut gw kamar mandinya cukup bersih dan yang paling penting air panasnya berfungsi.. hehehe

BROMOBROMODSCN1155

BROMOBROMODSCN1154

BROMOBROMODSCN1194

BROMOBROMODSCN1157

Sore hari kami gunakan untuk menikmati pemadangan lautan pasir, dengan duduk di bangku yang sudah disediakan di halaman hotel kami  hanya diam mengagumi lautan pasir Bromo ciptaan sang pencipta yang sangat indah sampai tidak tersadarkan diri bahwa hawa udara makin mendingin dan hari berubah menjadi gelap, saatnya istirahat…

5 thoughts on “Bromo Escapade – From The Train Station to The Lodge

  1. Ada rekaman video selama riding dari Surabaya ke Bromo? Biasanya bro Haryo selalu upload ke youtube nih. Kalo ada, saya mau minta ijin download. Saya hobby ngumpulin video2 riding motor dari youtube (durasi min. 20 menit)😉
    Btw, itu jaket respiro journey yg pernah dibahas di artikel sebelumnya?
    Satu lagi, duduk di seat paling depan emang bener2 keputusan yg salah. Soalnya saya pernah beberapa kali naek kereta eksekutif dari Bandung ke Surabaya, dan ngeliat betapa sengsaranya penumpang yg duduk di seat paling depan (kalo saya selalu dudu di tengah). Apalagi kalo pintunya lagi ngadat, suka ngebuka-tutup sendiri:mrgreen:

  2. om haryo widodo riders pulsar juga nihh,, september kemaren ta ini om??
    kapan2 ke jatim mampir sidoarjo om,,ntar ngumpul sekalian ama anak pulsar sini,,
    kalo ke bromo rasanya masih kurang om kalo gak nyampe puncak pananjakan tempatnya orang berburu sunrise,,salut ama om haryo,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s