Pangandaranaway, Menikmati perjalanan dengan cara kami… Here we go!

Jumat subuh 6 April 2012 Gw pun berangkat dari rumah nyokap di Jatiwaringin, karena pillion gw tinggal sekitar 800 meter tidak jauh dari rumah nyokap.

Tercatat pukul 4 tepat kita start, melalui jalur Kalimalang, Cibitung, Cikarang hingga Kerawang, lalu belok ke kanan via Bukit Indah, perjalanan cukup santai dengan kecepatan rata rata 50kpj Kami pun sampai di Wanayasa pukul 6 pagi dimana kita memutuskan untuk break 5 menit buang air kecil.

Riding kita lanjutkan via Wanayasa, Sagalaherang yang langsung tembus Kota Sumedang perjalanan dari Wanayasa hingga Sumedang sangat mengasyikkan selain jalurnya yang relatif sepi jalannya pun mulus, pemandangan persawahan dan perbukitan hingga hutan pinus yang sejuk di mata maupun hati.

Memasuki bypass kota Sumedang kita sempat bertemu jalan rusak dekat terminal bis Sumedang kurang lebih 100 meter, setelah itu jalur pun kembali normal dan baik. Traffic pun masih sepi dan nyaman untuk berkendara dengan kecepatan rata rata 50Kpj selepas kota Sumedang tepatnya di sekitar Situraja kami kembali break sejenak untuk membuang air di SPBU Situraja (Lat: -6.833907 Long: 108.014549) .

Tidak lama setelah kami sampai terlihat sebuah motor memasuki SPBU dan ternyata adalah om Sulis yang riding sendiri 5 menit setelah om Sulis datang lah Rangga beserta pillionnya dan Icay. Kita semua melalui jalur yang sama namun baru ketemu di Situraja.

Setelah break 10 menit gw melanjutkan perjalanan, om Sulis, Rangga dan Icay masih stay dan istirahat lebih lama. Perjalanan dari Situraja hingga Wado tetap nyaman dan sepi melintasi bukit dengan pemandangan sawah dan gunung. Sekitar jam 11 kami sampai di Malangbong, nah traffic mulai dari Malangbong hingga memasuki Ciawi cukup padat oleh pengendara motor, roda empat hingga bis dan trailer, antrian kendaraan juga tidak terhindari di Kadipaten oleh karena tanjakan yang curam dan sempit sehingga bus atau pun trailer harus saling bergantian melintas.

Pukul 12 lewat kami pun sampai di Ciamis dan memutuskan untuk istirahat makan siang di Rumah Makan Mergosari ( Lat: -7.307666 Long: 108.259295 ) Ayam goring serundeng yang menjadi masakan khas dari Rumah Makan ini kami cicipi dan berhasil membuat perut kami kenyang, waktu sekitar 1 jam kami habiskan untuk beristirahat.

Pukul 13 kami lanjutkan perjalanan dari kota Ciamis hingga Banjar cukup padat, terutama oleh rombongan bikers dari berbagai komunitas, selepas kota Ciamis perlahan rintik rintik air hujan mulai turun dan menjadi deras di kota Banjar, walaupun hujan kami pun tetap melanjutkan perjalanan dengan kecepatan rata rata tetap bertahan di 50Kpj. Sore itu hujan setia menemani kami selama perjalanan dari kota Banjar hingga 40 Km sebelum Pangandaran.

Di pintu masuk kawasan pantai Pangandaran kami beristirahat jam menunjukkan pukul 4 lewat 10 menit. 15 menit kemudian Rangga dan Icay terlihat dari jauh dan kami melanjutkan perjalanan bersama 3 motor untuk 38Km dari Pangandaran hingga Batu Karas, surprisingly jalur dari Pangandaran hingga Green Canyon jalan sudah mulai rusak dan banyak lubang sehingga kami harus waspada akan lubang dan juga mengantri untuk menyalip kendaraan roda 4 di hadapan.

Pukul 17.30 Kami pun sampai di Bale Karang Cottages, sayangnya sesampainya disana cuaca langsung hujan, dijelaskan oleh petugas hotel disini setiap sore pasti hujan hingga malam hari jam 10an, well there goes our Golden Hour dipastikan kita tidak bisa melihat langit merah kekuning2an di sore hari selama kita di Batu Karas.

14 Jam riding telah kami selesaikan hari ini, rasa letih dan lelah kami pun terbayarkan oleh kamar yang nyaman dan bersih, suara deruan ombak pun menambah kenyaman ketika kami berada di dalam kamar.

Pukul 19 kami mencari makan di pantai Legok Pari petugas hotel pun menyarankan untuk makan di rumah makan Kang Ayin, karena dari semua restoran yang ada di Legok Pari rumah makan Kang Ayin adalah yang paling enak dan murah, hmm kecurigaan timbul di kepala gw, jika enak dan murah jadi dipastikan ramai, ternyata benar sesampainya di restoran tersebut ternyata benar! terlihat keramaian dan terlihat juga kerumunan orang yang waiting list untuk makan di rumah makan Kang Ayin. Berbanding terbalik dengan restoran sebelahnya yang hampir kosong dan sepi, karena sudah lapar kami pun memutuskan untuk makan di restoran tersebut, disana pun kami bertemu dari teman teman dari Nusantaride lainnya yang sudah sampai dari pukul 16 tadi sore dan mereka menyewa 2 guest house tidak jauh dari Legok Pari.

Restoran yang tadinya sepi mendadak ramai oleh kami dan teman teman dari Nusantaride, di tambah juga oleh wisatawan yang tidak mau waiting list di restoran sebelah hehehe.

Cumi bakar dan Udang saos padang menjadi menu makan malam kami. Setelah makan malam rencananya akan ada sesi sharing di Guest house yang disewa oleh Nusantaride, namun karena hujan kembali turun dengan deras, pukul 22 kami memutuskan untuk kembali ke hotel dan istirahat.

6 thoughts on “Pangandaranaway, Menikmati perjalanan dengan cara kami… Here we go!

  1. walah….. koq ga ketemu yah?? minggu kemaren ane ma rombongan BREM juga ke pangandaran… sabtu siang ke pantai batu karas (mau ke green canyon tutup gara2 banjir)…. nice share om…

  2. gwa baru ketempat ente 6 bulan kemrin, eh ente dah pergi ketempat baru, asoy geboy dah kl sekarang ada yang nemenin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s