Cindy Rehabilitation : Parts Hunting

Semua pemakai motor Bajaj pasti merasakan apa yang gw rasakan dalam mendapatkan spare parts. Ya seperti yang telah diketahui sebelumnya Cindy harus opname, salah satu alasan adalah karena menunggu waktu luang karena pekerjaan sedang padat dan tentunya ketersediaan spate parts.


Pada hari terjadi kecelakaan gw pun langsung di perkenalkan oleh om Torry dengan seseorang yang bisa mendapatkan spare parts orisinil P220 yang gw butuhkan dan akhirnya gw memsan beberapa item supaya Cindy bisa sehat kembali yakni:

– Foot step kanan (Bengkok)
– Pedal rem kaki (Bengkok)
– Spakbor belakang (Robek)
– Arm (sebenarnya masih bisa di press namun tetap mesan untuk stok)

Dia pun menjanjikan paling lama sekitar 7 hari kerja untuk foot step, pedal rem dan spakbor. Kalau untuk arm agak lama. Gw pun deal dengan janji tersebut. Namun namanya juga penasaran dua hari setelah kejadian sembari perjalanan ke kantor gw mencoba mampir ke beberapa BeRes (Bengkel Resmi) yang bisa gw jangkau.

Yang pertama ke BeRes Jaya Sentosa Jln Ciputat Raya gw coba iseng menanyakan ketersediaan barang, dan hasilnya tidak ada satu pun yang ready, wow! Ketika gw nanya inden langsung disambut dengan ceria oleh mbak mbak penjaga counter service, ” oh bisa pak paling lama 1 bulan tapi bapak harus DP dulu setengah dari harga barang, dan ketika gw melihat price list makin terkejut kok jauh bener harganya sama BeRes yang lain. Akhirnya dengan senyum gw mengatakan “saya coba ke JAR Pondok Labu dulu ya mbak”.

Langsung gw ke JAR Pondok Labu dengan harapan salah satu aja item dari list yang gw bawa ada disana, dan hasilnya adalah? Ya! Kembali satu pun item dalam list mereka tidak ready stock, si mbak service counter menyarankan kita ke JAR Pusat Samanhudi karena pasokan spare parts Pondok Labu berasal dari Samanhudi. Oke deh..

Berhubung Samanhudi jauh dari kantor dan gw ga bisa ijin lama lama, jam makan siang gw ke BAS Dewi Sartika, namun kali ini tidak mempunyai harapan bahwa barang ada, kalaupun ada ya gw beli dan yang gw pesan bisa jadi stok. Dan ternyata saudara saudara! di BAS Dewi Sartika… Sama saja!!! Parts tidak tersedia.

Gw sempat ragu parts yang gw pesan ke seseorang yang dikenalkan dari Om Torry apakah benar bisa gw dapatkan sesuai waktu yang dijanjikan, mengingat di tiga BeRes yang gw datangi tidak tersedia, eh ternyata benar loh setelah 7 hari kerja beliau SMS “mas parts nya sudah ada saya titipkan di Om Torry, tapi Armnya belum ya” wah kaget juga, terlintas dipikiran dia dapat dimana? dan melalui jalur apa? Well I Dont want to know as long as i got the parts now… hehehe

Jadi kesimpulan bodoh gw sih ya, ketika elo membeli produk Bajaj khususnya P220 harus siap mengambil resiko men-treat motor loe sebagai motor antik edisi kolektor. So selagi ada uang mulainya men-stok beberapa parts yang penting dari pada pas lagi butuh eh ga ada.

Mungkin teman teman juga sudah banyak yang komplain akan kualitas BAI, dimana After Sales berantakan, dealer terlalu konsen jualan unit dan bikin iklan yang kampungan… hehehe

Yasudah lah ga bisa banyak komplain, kalo komplain terus kapan gw ridingnya ntar. Better Suck It Up & Go On With What You Have…

10 thoughts on “Cindy Rehabilitation : Parts Hunting

  1. like dis gan. . . .
    kemarin nyari bearing roda depan aja kosong , tapi akhirnya dapet juga di bengkel mobil .

    kenapa kebanyakan diler malas nyetok part persamaanya ya padahal di bengkel umum banyak sekali ( untuk bearing dan sejenisnya )

    keep brotherhood,

    salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s