EastXpedition 2011: Day 17 – Back to Djakarta City! End of Another Epic Journey

Terbangun oleh alarm, hari ini adalah hari terakhir dari perjalanan ini, perjalanan yang tidak terlupakan oleh gw, perjalanan yang gw lakukan untuk melupakan dan menaklukkan rasa penasaran gw.

Rasa malas sebenarnya masih terasa, ya betul, malas menginjakkan kaki di Ibu Kota kembali lagi berutinitas seperti sedia kala. Namun mau ga mau itu semua harus kita jalani, saatnya mengumpulkan uang lagi untuk trip selanjutnya, masih belum kepikiran kemana namun yang pasti daftar tempat impian masih panjang dan pastinya terus bertambah.

Pukul 8 kami jalan dari penginapan, karena lokasi penginapan tidak jauh dari batas kota, kami pun tidak ada kendala dan tidak bertemu dengan kepadatan lalu lintas

Jalur yang sepi membuat perjalanan sangat nyaman Tokyo Jihen ” Denba Tsuushin ” terdengar keras di kuping menambah semangat di perjalanan pulang ini.

Sesampainya di Wates kami memutuskan untuk turun lagi ke selatan dan menggunakan jalur alternatif di pesisir pantai selatan, pertimbangan ini di ambil untuk menghindari kota kota seperti Purworejo – Kebumen – Gombong dimana sudah dipastikan akan padat, selain itu gw belum pernah melewati jalur alternatif ini, jadi setidaknya gw bisa mendapatkan pengalaman baru.

Perjalanan di jalur ini sangat sepi, jalurnya pun mulus, ya sekali sekali bergelombang tapi bisa di bilang 90% mulus. Hanya ada track yang mengejutkan gw, yakni ketika dari Karang bolong ke pantai Ayah, kenapa mengejutkan?

Karena gw tidak menyangka akan melewati jalur menaiki bukit yang cukup curam, naik terus dan terus naik hingga di satu titik dimana kita bisa melihat pantai Ayah di sebuah tebing.

Perjalanan dilanjutkan dan memasuki kota Cilacap dengan lancar, pukul 13 kami pun sampai di kota Wangon dan tidak lama kami sampai di kota Lumbir untuk istirahat dan makan siang.

Jalur dari Lumbir hingga perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah kami lalui dengan lancar dan malah tidak terasa jauh, perasaan baru meninggalkan Lumbir kok tiba tiba sudah di Banjar, waduh jangan jangan udah mati rasa nih kita karena kelamaan di jalan selama dua minggu lebih.. hehehe

Sebelum memasuki kota Tasik kami pun beristirahat sejenak merenggangkan kaki, target sampai Cileunyi pas magrib sepertinya akan tercapai. Dan betul tercapai karena dari Tasik hingga Nagrek perjalanan tidak menemukan kendala, traffic pun ramai namun lancar, secara hari Senin ya.. tidak ada yang berlibur.

Setelah break magrib di Cileunyi kita melanjutkan perjalanan dan sampai di Bandung tepat pukul 20. Mampir sebentar ke rumah temannya Romi untuk istirahat sejenak dan menyantap sekoteng hangat, pukul 21 kami lanjutkan perjananan.

Entah kenapa perjalanan hari ini kami sama sekali tidak merasakan perjalanan yang jauh, dalam artian ketika kami riding tanpa disadari sudah sampai tempat yang kami kira masih berjarak jauh, ya pas pulang juga perasaan baru keluar kota Padalarang deh, kok tiba tiba udah masuk kota Cianjur, wah beneran nih sudah mati rasa waktu nih ehehehee..

Pukul 22 kami pun makan malam (yang telat) di Cipanas, dan kembali tidak terasa pukul 0 gw sudah sampai di depan pintu rumah gw, setelah sebelumnya berpisah dengan romi di perempatan gaplek dimana Romi pulang ke Pamulang dan gw ke Ciputat.

Akhirnya gw bisa ketemu lagi dengan Sofa gw, bisa betatap tatapan lagi dengan TV mungil gw. Tidak terasa sudah 17 hari gw di jalan dan terus bergerak. Tidak terasa sudah 5000 KM roda gw berputar.

Terima kasih atas Doanya dan dukungan dari teman teman yang memantau terus perjalanan kami, tidak lupa untuk keluarga yang selalu menanyakan kabar setiap hari. Untuk teman teman baru yang kami temui selama di perjalanan sebuah kehormatan dapat berkenalan dan berteman dengan kalian.

Suatu hari gw pasti akan ke timur lagi, entah dengan menggunakan motor atau menggunakan moda transportasi lainnya, yang pasti gw akan kembali kesana.

Seperti kata om Arnold “ I’ll Be Back! “

24 thoughts on “EastXpedition 2011: Day 17 – Back to Djakarta City! End of Another Epic Journey

  1. blog nte paling yoi lah, kata orang belanda mah, diperent banget, itu yang gwa suka sama blog ente…

    jalan2 di negara sendiri nikmatin rumput sendiri ngapain rumput sebelah wong masih luas ko stok rumput kita

  2. Gw udah feeling saat baca bagian jalur alternatif purworejo sampai cilacap pasti lo akan foto di jembatan yang deket pantai ayah karena menurut gw itu view yang bagus.
    dan jalan menanjak yang di puncak pass nya bisa lihat pantai ayah di bawahmu persis itu adalah TPI (pelelangan ikan) dimana ada jalan yang curam banget, waktu gw sepedahan di sana ada mobil salah jalan dan gak bisa balik keatas karena gak kuat nanjak lagi…

    her/

  3. Thx to my ride mate…akhirnya gw bs ngerasain roadtrip ke timur indonesia..
    selama ini sering ke flores pake moda transport udara, cita2 gw pake roda dua tercapai dengan adanya partner lo yo..so kapan kita lanjutin ke kupang, timor leste n dst? hehehehe..

    @Donald:
    tggu klo nanti kita lewat lg, lo ikut sambung dr bali ya hahahahhaha

    at least but not last..thx buat semuanya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s