EastXpedition 2011: Day 11 – Pink Beach

Setelah mengagumi salah satu wilayah kecil di pulau Komodo kami pun melanjutkan tour ke Pink beach, lokasi ini masih terletak di pulau Komodo namun untuk mencapainya kami harus menggunakan kapal ke lokasi.

Kalau lewat jalan darat, perlu waktu sekitar 4,5 jam. Kenapa begitu lama? Ya, karena memang harus melewati hutan bakau dan gugusan tebing karang.  Oleh sebab itu, pantai ini hanya dikunjungi kadang-kadang saja dan karena itulah menjadi sangat sunyi. Keindahan pantai ini lestari dan tetap alami hingga kini. Tidak banyak sampah di sini karena belum banyak orang yang mendatang

Kenapa namanya Pink ya? Pantai Merah atau Pink Beach adalah salah satu pantai indah yang ada di Pulau Komodo . Pantai ini dijuluki Pantai Merah atau Pink Beach karena warna pasirnya yang merah. Sebenarnya tidak seluruh pasirnya berwarna merah, tetapi campuran antara pasir putih dan merah. Kalau dari jauh, perpaduan warna ini membuat pasir pantai tampak berwarna merah muda atau pink . Asal usul pasir merah ini juga tidak pasti. Ada yang mengatakan bahwa butiran merah itu berasal dari serpihan koral merah yang hancur. Ada yang mengatakan bahwa butiran merah itu berasal dari cangkang hewan laut. Sebagian yang lain mengatakan bahwa warna merah pasir ini berasal dari hewan mikroskopik (hanya bisa dilihat dengan mikroskop) yang bernama foraminifera .

Selain warna pasirnya yang unik, pantai ini menarik karena kaya akan ikan dan terumbu karang. Kurang lebih 1000 jenis ikan, ratusan jenis karang, koral, dan 70 jenis tanaman sponge hidup di pantai ini. Karena itulah, pantai ini sangat cocok bagi pecinta laut untuk kegiatan snorkeling dan menyelam. Sayangnya, air laut di sini dikenal memiliki arus yang cukup kuat. Arus kuat ini terjadi akibat adanya pertemuan air laut tropis dari utara dan air laut dari selatan. Makanya, para penyelam harus berhati-hati dan mewaspadai keadaan arus ini.

Para turis yang ingin berenang di pantai ini juga harus memperhatikan keadaan sekeliling. Jika ada komodo yang berkeliaran di pantai, maka harus berhati-hati atau sebaiknya menunda keinginan berenang.

Kami berencana makan siang sekaligus snorkeling, namun kondisi saat ini arusnya sedang sangat kencang, Desmond yang seorang peselancar mengatakan arusnya cukup kencang sehingga cukup memerlukan tenaga untuk berenang ke pantai dan kembali ke speedboat. Gw pun mencoba untuk snorkeling di sekitar kapal, dan ternyata benar arusnya kencang sekali, hanya 1 menit di dalam air gw sudah terbawa arus sekitar 4 meter menjauh dari kapal, dan benar memerlukan tenaga yang banyak untuk melawan arus dan kembali ke kapal. Akhirnya gw memilih untuk makan siang sambil mengabadikan foto lokasi diatas kapal saja.

Sekitar 2 jam kami di Pink beach dan sekarang saatnya bergerak ke Pulau Rinca! Yeah!

3 thoughts on “EastXpedition 2011: Day 11 – Pink Beach

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s