EastXpedition 2011: Day 11 – Komodo Island

Setelah berangkat sekitar jam 8 dari pelabuhan Labuan Bajo, kami menyadarkan kapal di sebuah dermaga kecil di pulau Komodo.. Yeay!! Akhirnya!

Waktu yang di tempuh dari pelabuhan sekitar 1,5 Jam dengan menggunakan Speedboat, menurut informasi jika kita menggunakan kapal bermotor tradisional akan memakan waktu sekitar 4 jam, dermaga di pulau ini pun terbagi 2 ada yang kecil untuk kapal kapal kecil yang kita naiki dan ada juga yang besar diperuntukkan untuk kapal kapal pesiar antar benua yang besar.

Menginjak kaki di tepi pantai pulau ini langsung terasa excited dan kagum akan view yang gw lihat, yah serasa berada di dunia lain, jadi ingat dulu nonton film Jurassic park, nah view itu yang terlintas ketika kita merapat ke pulau Komodo.

Dengan meregistrasikan diri di buku tamu dan membayar biaya masuk + ijin kamera yang bagi turis warga Negara Indonesia tidak sampai 20 ribu rupiah. Kami langsung di pandu oleh salah satu ranger, setelah di brief mengenai pulau ini dan soal safety jika ketemu naga komodo, kami pun melakukan light tracking yang akan memakan waktu sekitar 1 hingga 2 jam jalan kaki.

Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.

Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.

Kami berjalan dari kantor Ranger, melewati hutan yang sedang kering, ya saat ini sedang musim kemarau sehingga view yang terlihat seolah olah kita sedang berada di Afrika atau Australia, tanah yang kering dan pohon yang kering di kombinasikan dengan langit biru menemani kami, setalah berjalan sekitar 20 menit kami pun bertemu dengan kelompok naga Komodo yang berjumlah 3 ekor, perasaan yang menyenangkan dan kagum dapat melihat langsung naga Komodo di habitat aslinya.

Komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.  Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.

Komodo tak memiliki indera pendengaran, meski memiliki lubang telinga. Biawak ini mampu melihat hingga sejauh 300 m, namun karena retinanya hanya memiliki sel kerucut, hewan ini agaknya tak begitu baik melihat di kegelapan malam. Komodo mampu membedakan warna namun tidak seberapa mampu membedakan obyek yang tak bergerak. Komodo menggunakan lidahnya untuk mendeteksi rasa dan mencium stimuli, seperti reptil lainnya, dengan indera vomeronasal memanfaatkan organ Jacobson, suatu kemampuan yang dapat membantu navigasi pada saat gelap. Dengan bantuan angin dan kebiasaannya menelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ketika berjalan, komodo dapat mendeteksi keberadaan daging bangkai sejauh 4—9.5 kilometer.

Komodo adalah binatang yang penyendiri, berkumpul bersama hanya pada saat makan dan berkembang biak. Reptil besar ini dapat berlari cepat hingga 20 kilometer per jam pada jarak yang pendek; berenang dengan sangat baik dan mampu menyelam sedalam 4.5 meter;  serta pandai memanjat pohon menggunakan cakar mereka yang kuat

Untuk tempat berlindung, komodo menggali lubang selebar 1–3 meter dengan tungkai depan dan cakarnya yang kuat. Karena besar tubuhnya dan kebiasaan tidur di dalam lubang, komodo dapat menjaga panas tubuhnya selama malam hari dan mengurangi waktu berjemur pada pagi selanjutnya. Komodo umumnya berburu pada siang hingga sore hari, tetapi tetap berteduh selama bagian hari yang terpanas.

Tempat-tempat sembunyi komodo ini biasanya berada di daerah gumuk atau perbukitan dengan semilir angin laut, terbuka dari vegetasi, dan di sana-sini berserak kotoran hewan penghuninya. Tempat ini umumnya juga merupakan lokasi yang strategis untuk menyergap rusa

Setelah berjalan hampir 1,5 jam dan melihat naga Komodo dan binatang binatang liar lainnya, kami sampai di sebuah bukit dimana kita bisa melihat teluk Komodo, Fraiser hill namanya kami pun menikmati view yang disuguhkan, view yang belum pernah gw lihat sebelumnya, kembali gw terbayang film Jurassic park dan tidak menyangka dapat kesempatan untuk melihat view tersebut secara langsung.

Setelah puas menikmati view kami kembali berjalan ke lokasi shelter istirahat, kami pun dikejutkan oleh sebuah Komodo betina yang sedang tidur dibawah pohon rimbun. Kami pun beristirahat di shelter yang sudah di renov menjadi sebuah shelter modern dan minimalis.

Total 2,5 jam kami melakukan tracking, saatnya kami melanjutkan tour kami dan berpisah dengan pulau Komodo. Lets have lunch at Pink Beach!

3 thoughts on “EastXpedition 2011: Day 11 – Komodo Island

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s