EastXpedition 2011: Day 08 – The Endless Curves…

Jam 10 pagi kami siap untuk menuju Kelimutu dengan target perjalanan hari ini sekitar 400Km ke Kota Ende, dimana kami akan bermalam disana dan esoknya kami akan ke taman Nasional Kelimutu, target utama dari perjalanan ini.

Cuaca pagi ini terlihat sangat cerah, setelah kami memakan sarapan kami dan mempersiapkan motor, gw dan Romi pamit ke para staff Hotel The Jayakarta Suites Komodo sambil menitipkan beberapa barang bawaan kami sehingga kami hanya membawa baju ganti secukupnya ke Kelimutu, toh sepulangnya dari Kelimutu kami akan menginap di hotel yang menawan ini. Terbukti dengan banyaknya pujian dari tamu hotel ini.

Okay! Tidak lama kemudian kami langsung berangkat dan tidak lupa menyalakan Mp3 player untuk menemani perjalanan kami, keluar dari kota Labuan baju sangat lah mudah karena theres no traffic at all, bahkan traffic light yang harus kita lewati hanya 1 buah untuk keluar dari kota ini. Setelah sekitar 10Km dari kota kami sudah disambut dengan jalur yang berkelok menaiki bukit, hati pun langsung bersemangat untuk menikmati tikungan tikungan yang di suguhi oleh jalur ini, Coldplay “Every Teardrop Is A Waterfall” merdentum keras di telinga gw.

 

Jalur di daerah ini memang sepi akan pengguna jalan atau kendaraan bermotor, interval waktu kami berpapasan dengan mobil atau angkutan umum itu bisa sekitar setiap 30 menit.

 

Yang menyenangkan adalah ketika kita melewati sebuah desa kecil atau pun kerumunan penduduk kami selalu di lambaikan tangan bahkan ketika kami melewati sekelompok anak sekolah dasar yang berjalan kaki ke sekolahnya mereka serentak mengulurkan tangan mereka minta di toss! Dan berteriak Hello Misteer!!

 

Perasaan yang sangat menyenangkan hati. Oh ya kok kita di panggil bule? Mungkin bagi mereka jika melihat kendaraan dengan format berbox samping dan berpakaian berkendara seperti kami adalah traveler asing yang sedang keliling dunia..? hmm mungkin juga..

Suguhan tikungan tersebut dari naik hingga turun menemani kami selama 2 Jam perjalanan dan mengantarkan kami ke sebuah jalur yang lurus dan ujung yang terlihat adalah sebuah gunung dan persawahan di sisi kiri dan kanan kita. Inget ga ketika kita TK atau SD ketika disuruh menggambar gunung dan sawah kita selalu menggambar sebuah gunung di depan dengan jalan yang sangat panjang tak berujung dan ada sawah di sisi kiri dan kanan gambar tersebut.

 

Well its just like that! Pemandangan yang gw lihat sangat mengingatkan gw akan gambar tersebut.

 

Jalur lurus tersebut kami tempuh dengan waktu sekitar 30 menit, setelah itu… Guess what? Lanjut ke jalur yang berkelok kelok lagi.. yang mengantarkan kami ke kota Ruteng. Di kota ini kami memutuskan untuk mengisi bahan bakar, setelah menanyakan lokasinya kepada penduduk kota tersebut langsung lah tancap gas ke Pom tersebut, namun Alas! Kami harus mengantri, dikarenakan pombensin tidak banyak, bahkan rata rata di setiap kota hanya memiliki 1 pom bensin, sehingga setiap hari jika ingin mengisi bensin kondisi mengantri seperti ini lah yang harus dijalani, karena penduduk tidak diperbolehkan mengisi dengan jerigen, kami diberitahu salah satu pengendara pemandangan seperti ini sudah sangat biasa, bahkan tumben hari ini antrian tidak sepanjang biasanya.. wow!! Kalau di Jakarta mengantri seperti  ini sudah pasti saling serobot dan gontok gontokan, disini?? Tertib!

 

Mereka rela mengantri dan menunggu giliran ketika pengisian terjadi yang tidak mengisi menunggu di  di bawah pohon atau tempat untuk berteduh, ketika harus maju mereka bareng bareng menuntun motor maju.

Kami pun memutuskan untuk memakan bekal makanan yang sebelumnya kami bungkus, untung banget si Romi inisiatif membungkus makanan sehingga sambil menunggu giliran isi bensin kita bisa sambil isi perut, dan tentu hemat budget makan siang hehehe..

 

Okay setelah Full tank tangki dan perut Pukul 2 siang (ngantri bensin 1 jam bow!) langsung tancap gas ke kota Bajawa sekitar 100km dari kota Ruteng. Kembali keluar kota Ruteng kami di suguhi oleh jalur yang berkelok kelok menaiki bukit dan kemudian turun bukit, naik lagi turun lagi it goes on and on over and over.

 

Well to be honest gw sangat menyukai track yang banyak tikungan, namun kali ini I had enough kadang berharap ketemu jalur lurus 50km saja please.. Namun jangan harap akan dikasih..ahahaha. Dari perasaan yang semangat hingga ngedrop ke poin terendah yang kita berteriak dalam hati “oh please give me straight roads” konsentrasi pun akhirnya harus lebih ekstra dan memilih mau jalan menikmati pemandangan kiri atau kanan loe, atau menikmati cornering jalur tersebut, yah gw memilih alon alon asal nikmat.. pemandangan lah yang gw pilih, speed yang bisa di maintain otomatis hanya sekitar 35 – 45Kpj.

 

 

Ketika jam menunjukkan pukul 5 sore rasa letih pun menyerang kita, diputuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah bukit, sambil menikmati hembusan angin and pemandangan di depan kita, tidak lupa juga memeriksa kondisi motor hingga gw mengetahui bahwa baut dudukan plat nomor gw copot, always prepared with some bolt and screw! Dengan mudah dapat dipasang kembali ke sedia kala.

Setelah 15 menit break kami langsung tancap gas dan tidak lama melewati kota Bajawa, tidak terasa juga sudah jam 6 kami berhenti lagi untuk break magrib di sebuah restoran padang, wow restoran Padang memang cabangnya ada di mana mana… bisa di bilang tempat kita berhenti ini “in the middle of nowhere” tapi tetep ada loh restoran Padang, si Uda pemilik rumah makan ini bilang 15 tahun yang lalu ia merantau ke daerah ini dan alhamdulilah ya, dia bisa hidup nyaman dan bercukupan. Sayang gw sudah terlalu letih hingga tidak memfoto lokasi dan apa yang gw makan.

Kami beristirahat dan makan malam hingga jam 7, dan dengan target jam 9 sampai kota Ende, ke khawatiran melanda ketika sudah gelap dan kami tidak tau jalur yang akan kami lewati, terutama jalur yang dikabarkan banyak tikungan, namun hati sempat lega ketika mendengar tikungannya tidak se tajam yang kita lewati sebelumnya.

 

Perjalanan pun kami lanjutkan, dan sangat beruntung ada seorang pengendara motor bebek yang searah dengan kami, di menyalip kami dan seolah memberi tanda untuk mengikutinya, dari cara dia membawa dia seperti sudah hapal oleh jalur yang kami akan lalui dan benar juga dia hapal sekali sehingga kami tinggal mengikutinya dan berkat dia kami dapat sampai ke batas kota Ende dimana dia member jalan kepada kami sambil melambaikan tangan dan masuk ke perkarangan rumahnya.

Fiuh jam 9 tepat kami masuk kota Ende dan tidak lama bagi kami menemukan penginapan, kami menginap di hotel Flores, yang katanya termasuk salah satu hotel pertama yang ada di kota ini, sebuah hotel yang banyak dikenal backpackers asing even ketika membaca buku lonely planet nama hotel ini ada di dalamnya. Setelah di sambut oleh mama yang menjaga front desk dan memperbolehkan motor parkir di teras hotel kami langsung ngamar. Yang unik dari hotel ini mereka menyediakan internet gratis bagi penyewa kamar, wow! Kamar 150rb + free internet.. walaupun kayanya gw ga bakalan ada waktu browsing dengan computer yang ada di Lobi… eits tapi tunggu dulu ketika gw selesai bersih bersih badan dan menyalakan Laptop untuk mentransfer foto hari ini keluarlah notifikasi “wireless network detected : Hotel Flores” Awesome!!!

It complete this amazing day, yang di penuhi oleh tikungan tikungan yang tiada habisnya… see you tomorrow in Kelimutu lake..

9 thoughts on “EastXpedition 2011: Day 08 – The Endless Curves…

  1. bangga masih banyak orang indonesia yang ramah ramah ternyata meski dengan orang yang bukan penduduk setempat, bwt mas haryo kok fotonya kebanyakan motornya doang? mas haryo dgn motornya jarang bgt, hehehe, apalagi pas lg riding gt kok jarang liat ya?😀

  2. ane lagi baca ni om berurutan dari hari pertama, belum kebaca semuanya juga sampe detik ini
    mau komen yang pas disini aja, hehe
    seakan bernostalgia aja bila ada yang membicarakan Flores ini
    Track lurus yang 2 jam dari Labuan Bajo itu daerah Lembor namanya om
    Pengen ngikutin jejaknya om haryo jadinya, bawa motor sampe Flores🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s