EastXpedition 2011:Day 06 – Mengejar Ferry ke Pelabuhan Sape

Selesai makan siang kami langsung melanjutkan perjalanan, jalan penuh dengan batu dan kerikil menemani kami sepanjang hampir 50Km, ditambah dengan terik matahari yang sedang cantik cantiknya terasa badan menjadi lelah..

 

Namun di suatu ketika, kami melihat diujung sebuah jalur yang berkrikil dan batuan ini ada seberkas cahaya pantulan yang menyilaukan mata, pantulan matahari terhadap sebuah aspal mulus yang benar benar baru selesai dibuat. Sontak semangat kembali membara di tambah dengan jalur yang didominasi dengan tikungan yang tidak terlalu tajam dengan pemandangan tebing di sisi kanan dan lautan di sisi kiri di tambah dengan lagu Waiting Room “Satu Dunia” di telinga membuat gw berteriak ke girangan.. Awesome!!!

Sampai di sebuah spot (sebenarnya banyak spot) yang menurut gw asik untuk istirahat sejenak dan menikmati suguhan pemandangan laut lepas pesisir utara pulau Sumbawa.

 

 

Oh ya kenapa jalan di jalur ini mostly dalam perbaikan dan pelebaran dikarenakan pada tahun 2012 nanti rencana pemerintah akan membuat program pariwisata Visit Indonesia 2012 berkonsentrasi di Indonesia timur NTB dan NTT termasuk dalam kawasan yang akan di promosikan, sehingga fitur penunjang transportasi pun harus dibenahi termasuk jalan raya.

 

So jika kalian ingin melintasi daerah Sumbawa dengan nyaman bisa di coba tahun depan dijamin jalannya mulus ditambah dengan pemandangan langit dan lautan biru yang menenangkan hati..

Keasikan menikmati pemandangan kita baru ingat kalau kita harus sampai di Sape sebelum magrib supaya tidak grasak grusuk dan tentunya kebagian Ferry. Langsung kami bergegas dan melanjutkan perjalanan dan tentunya sambil menikmati pemandangan.

 

Jalur memasuki kota Dompu kami harus lewati bukit dan tebing yang kondisinya juga dalam pelebaran sehingga kami harus ekstra hati hati karena banyak batuan yang di pinggir tebing tersebut ditambah dengan banyaknya monyet yang tiba tiba lompat menyebrang jalan atau pun antar pohon, kita harus hati ga jatuh karena asik melihat mereka lompat lompat..hehehe

Lanjut jalur ke Dompu menyenangkan karena jalur yang harus menuruni bukin dengan jumlah tikungan yang lumayan banyak dan asik untuk menikmati menjelang sore dimana matahari berada di belakang kami dan kadang tertutup oleh bukit yang kami turuni, Friendly Fires “ Kiss of Life” menemani kami sampai kota Dompu.

 

 

Setelah mengisi bensin di Dompu kami langsung melanjutkan perjalanan ke kota Bima, jalur ke Bima di dominasi dengan track lurus kami sempat bertemu dengan temannya Romi yang bekerja sebagai perwira polisi di Labuan Bajo, Pak Eka sedang dalam perjalanan kembali ke Labuan Bajo setelah mudik lebaran ke kampungnya di Singaraja Bali.

Dia sempat bercerita tadi siang sebelum masuk Dompu dia menabrak kerbau yang tiba tiba menyebrang jalan dan sukses membuat Coltnya penyok kedalam, mobil sudah pesek tambah pesek saja candaan dari pak Eka, menyesal gw ga memfoto kondisi penyoknya. Oh ya by the way kerbaunya baik baik saja kok, setelah tertabrak langsung bangun dan kembali nyebrang.. a bit of headache she will have tonight I think.. ahaha

Kami tinggalkan pak Eka berharap dia pun bisa mengejar ferry jam 8 nanti. Time schedule kami sayangnya juga tidak dapat ontime, seketika kami melewati batas kota Bima alarm waktunya magrib telah berdering, karena sudah menjadi kebiasaan kami pun berhenti untuk break magrib sejenak. Sambil berharap at least jam 7 kami bisa sampai Sape.

Setelah break magrib dan menunggu rombongan kerbau dan pengembalanya melewati kami (ga mau kejadian kaya pak Eka kan..ahahaha) kami berangkat dan kondisi sudah mulai gelap kami harus menaiki bukit, kota Sape berada persis di balik bukit ini dan tepat jam 7 kami sampai di depan loket pelabuhan Sape.

 

Tapi kok kosong? Tidak ada kegiatan apa apa, namu di kejauhan terlihat sebuah lampu yang makin menjauh, datang lah seorang pemuda dan mengatakan “kakak telat 20 menit, ferry nya baru saja jalan” loh bukannya jadwalnya jam 8 malam tanya kami, “iya betul seharusnya, namun sang nahkoda memerintah kan untuk jalan lebih cepat karena selain sepi penumpang dia khawatir kalau tidak lekas jalan dia akan kena cuaca buruk di tengah penyebrangan nanti, karena memang terlihat awan gelap akan melintas di tengah laut.

Yes!! We missed the ferry! Yasudah apa boleh buat mari mencari penginapan. Langsung lah pemuda tadi, sebutlah Roland mengantarkan kami ke losmen yang pas tepatnya di depan pintu pagar pelabuhan, Losmen Mutiara namanya, salah satu losmen yang terkenal sebagai losmen transit bagi para traveler yang ingin menyebrang ke Flores ataupun Sumba.

Tak lama setelah kami check in, pak Eka dan keluarga pun sampai di losmen yang sama, wah ternyata benar losmen favorit para traveler.. Malam itu pun kami habiskan dengan berbincang bincang dengan pak Eka..

Sampai besok..! Ferry berangkat jam 8 pagi besok.. Flores just one step away..

5 thoughts on “EastXpedition 2011:Day 06 – Mengejar Ferry ke Pelabuhan Sape

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s