Masterchef Indonesia – Cooking The Drama

“Akhirnya, dibeli juga oleh stasiun televisi Indonesia..” itulah kalimat yang pertama berada di otak gw ketika RCTI membeli lisensi program pencari bakat dalam memasak yang aslinya dari Inggris dan berhasil di adaptasi di berbagai negara seperti Amerika dan Australia (yang sering kita tonton di tv kabel) dari perusahaan tempat gw bekerja.

Kalimat kedua dalam otak gw adalah “akhirnya juga kita dapat melihat sebuah tayangan fresh di televisi nasional di Indonesia..”

Kalimat ketiga adalah “Akhirnya gw juga di tarik ke dalam tim post productionnya Masterchef Indonesia” pas di saat saat terakhir (1 hari ) sebelum produksi acara tersebut dimulai.

Banyak ekspektasi dari para penonton, termasuk dari gw sendiri yang mengolah hasil produksi sehingga layak untuk di tayangkan di hadapan para pemirsa di rumah. Apakah akan seperti yang di Austrlia atau Amerika? Apakah tampang makanannya enak enak? Pesertanya dari mana aja ya?

Well acara ini bener bener ribet! dari segi teknis hingga konten, dari semua program yang gw pernah terlibat, MCI inilah yah teribet. Banyak printilan yang sebenarnya itu adalah nyawa dari acara ini. Detail juga banyak dan bisa membuat gila semua orang yang terlibat, tidak hanya kita crew namun juga para kontestan, tekanan benar benar tinggi. Hal yang wajar di dalam sebuah program besar.

Ketika tayang perdana, banyak komen yang menyebutkan bahwa MCI ini kok kaya sinetron? banyak dramanya… well drama adalah kata yang tidak bisa dihilangkan dari Industri pertelevisian di Indonesia, isak tangis yang membuat penonton terharu adalah komoditas nomor 1 dari sebuah acara di Indonesia. Yess! karena 80% dari penonton di Indonesia adalah penggemar sinetron. So kalau kita dibilang kenapa ga bisa kaya MC Australia or Amerika ya karena stasiun TV harus mengikuti trend karakter penonton mayoritas, ya karena dari situ pengukuran rating dan share di dapatkan, rating dan share tinggi otomotasi iklan mengalir.

Semua program dari luar diharuskan mengadaptasi dengan kondisi dan trend yang berada di negara yang akan menayangkan program tersebut. Walaupun gw menentang tetapi gw bukan berada pada posisi dan kapasitasnya untuk menolak.. Well that is the Industry in Indonesia.

Lalu ada pertanyaan; kok terlihat kaku dan seperti akting? ga kaya di luar?

Pertama, sistim produksinya sudah beda, di luar sana ketika sudah ditentukan pemenangnya si program baru tayang, sehingga tekanan dalam deadline tidak terlalu terasa, jika ada kesalahan dalam bentuk statement dari peserta atau pun juri dapat di re-take ( ambil gambar ulang ) sedangkan di Indonesia sistimnya adalah striping, jadi deadline benar benar menjadi tekanan setelah shooting 1 episode ( yang memakan waktu 3-4 hari ) kita dari post pro diberi waktu 2 minggu untuk mengeditnya.. what? 2 minggu? yes! its not easy as it looks on the tele mate!! Sehingga pengulangan di dalam produksi harus seminimal mungkin. Belum lagi perbedaan budget produksi yang antara planet pluto dan bumi jika membandingkan dengan yang diluar… hiks

Kedua, karakter orang di luar itu ekspresif sehingga untuk mengeluarkan sebuah ekspresi sangat lah mudah bagi mereka, sedangkan orang di Indonesia rata rata jaim dan kali pertama bagi mereka di sorot oleh lebih dari 10 kamera bersamaan. Termasuk para jurinya, mereka bukan lah presenter sehingga perlu adaptasi di depan kamera.

Apakah para peserta benar benar orang biasa? Tidak ada yang bekerja sebagai seorang chef? Masa sih ada office boy ikutan? Yess! mereka benar benar orang biasa yang memiliki hobi memasak dan yang terpenting mempunyai kisah kehidupan yang sangat menarik… ( there is where all the drama came from ). Loh memang office boy ga boleh ikutan??

Makanannya benar benar mereka yang masak tanpa bantuan orang lain? Enak ga? Kok makanannya ga seperti di MC luar negeri? Yess benar benar mereka! ada yang jago soal rasa namun kurang dalam presentasi makanan adapun sebaliknya, dan tentu yang benar benar bertalenta juga ada sehingga dari segi presentasi enak dan rasanya pun enak. Jelas ini MC Indonesia sehingga makanannya ya jelas dari Indonesia bukan dari luar Indonesia, jika masakannya mayoritas dari luar negeri yang bukan MC Indonesia dong!

Program yang bertotal 27 episode ini sudah shooting sebanyak 10 episode (sampai tulisan ini di posting) dan baru tayang 3 episode, well still long way to go!

Semoga semakin hari semakin baik hasil tayangannya… karena benar benar menyita kehidupan sosial gw saat ini, hiks tidak bisa touring dulu, tidak bisa menyalurkan hobi dulu, untung punya pacar jadi ada yang menyemangati *hayah!

Sedikit curhatan dari gw, sama sekali tidak mewakili perusahaan dan stasiun tv yang nayangin program ini… hehehe

Masterchef Indonesia Post Production Team

 

 

 

28 thoughts on “Masterchef Indonesia – Cooking The Drama

  1. pertamaxxx:mrgreen:

    acara yg paling sumringah buat di tonton..

    cuman kadang suka kelewatan. nonton2 udah jam 5 sore aja. ketinggalan dah 1/2 jam acara..

    segi awarness musti di tingkatin lagi nih biar rakyat indonesia bisa nonton semua😀

    acara fresh dan tetap elegant..😀

  2. oOo.. ngono toh.. ngerti aku.. makasih inponya.. emang aku sempet mikir, kok kayak dibuat2 ya aktingnya.. tapi overall acara ini keren mas.. kata istriku sama persis kayak yang di StarWorld.. setnya sama sama keren.. jurinya sama sama ada yang galak..

    kapan2 bikin Junior Master Chef ya mas.. ehehehehe

  3. Mas, mau kasi masukan yaa byar makin keren acaranya…:) no offense🙂

    – pantry/store nya di bagusin dunkkk kaya MC US atau minimal kaya supermarket mewah gituu
    – lighting-nya koq harsh/tajem banget ya,,dibikin soft gitu byar makin enak dan elegan kelihatannya..

    sip deh..moga2 makin keren ya…hidup MC Indo!

    1. Tidak ada skenario mas, semua yang terjadi tidak dibuat buat.. dari segala kejadian yang terjadi selama di karantina dan ketika shooting yang menjadi cerita yang akhirnya menjadi tayangan di TV.

  4. maap mau komen jujur mas ga nyerang kok, menurut saya malah ga keren yg versi indonesia ini, dan ga sama ama yg d starworld. Beneran, terlalu drama, terlalu sinetron, apanya yg seger klo situasi acara tv sama smua…bisa dibuat lebih natural lg g mas?

    klo studio, kontestan dan masakannya saya suka, tp cara mengemas acaranya ini, saya (dan teman2 saya yg udah nonton masterchef luar) g suka. Mgkn karena kami bukan termasuk orang yg ktnya 80% itu (penyuka sinetron), lah yg 20% nya ntar nonton apa klo smuanya kayak sinetron gini..

    1. Tidak apa apa mbak/mas, seperti yang saya tulis diatas. Bukan pada posisi dan wewenang saya untuk menentukan arah MCI, banyak stake holder yang terlibat disini sehingga menghasilkan apa yang di tayangkan di TV, yes memang kalau kiblatnya seperti di US ataupun AUS memang tidak bisa ditandingkan. Even pun MC di negara lain (India, Inggris dan negara lainnya) juga tidak bisa menandingi MC US dan AUS.

      Mungkin kita bisa berharap ada perbaikan di MCI season 2🙂 kalaupun ada😀

  5. Terima kasih sudah mampir di blogku🙂
    Kritikan di tulisanku adalah supaya MCI lebih baik, dan jujur episode Sabtu (Offsite Challange) dan Minggu kemarin sudah jauh lebih baik, mau diulas juga tapi ntar sekalian dengan episode minggu depan.
    Satu lagi kenapa masterchefindonesia.com tidak di update ya? Seperti foto2 makanan dari peserta.

  6. Mas Bro.. Mbok usul ke stasiun rajawali sakti, si Chef Juna tulung di buatin acara sendiri..pasti gayeng deh…secara itu orang buanyak banget fans-nya..Suwun..

  7. memang ‘rasa’nya berbeda dengan MC US dan AUS..
    tapi two thumbs up utk tim produksinya Mas, so far, menurut saya inilah acara import salinan yg menarik
    keluarga saya pun sekarang dari ibu, istri sampe yg ngasuh anak kerjaannya nongkrongin MCI kalo weekend sore di rumah🙂

    oh iya, idem dengan Ann .. semoga website masterchefindonesia.com -nya bisa terupdate, minimal foto2 peserta dan foto perepisode

  8. Aku suka nonton acara ini karena diperuntukkan bagi mereka yang amatiran sehingga benar2 tidak diketahui siapa nantinya bakal jadi pemenang. Dan bagiku, meski ada bumbu sinetronnya, tapi bukan penghalang untuk berhenti menontonnya. Yang pasti acara ini sangat bagus ketimbang menonton sinetron remaja yang kurang mendidik🙂

  9. Bro…ternyata dirimu terlibat di acara ini tho..wah bagus nih acaranya.Baru sempat nonton sabtu n minggu kemarin..Sarwan yg bikin ngakak. Sayang si Fero tereliminasi..moga dia kembali muncul ya..

  10. blh tw syutingnya dmn?? hehehe
    but titip salam buat mas sarwan setiap w ngeliat dy pasti w ngakak polosnya itu lho..
    hahaha
    sama titip salam juga ya buat chef master Juna
    thx..

  11. Salut! Namanya juga masih baru lahir, merangkak dulu supaya bisa jalan.
    Suksess yaa! Keep up the good work😉

  12. aku nda bisa bayangin gimana capenya kerjanya para team produksi master chef dibalik layarnya karena menurut saya tuh acara bener bener ribet….menu , bahan, peralatan, orang, dll weleh2 salut buat MCI dan Crewnya…

  13. THIS IS A DAMN GOOD TV SHOWW……>,<
    Gag cuma drama geje tapi juga memperlihatkan skills, tinggal nunggu MC Junior Indonesia biar ponakanquw bisa ikutan wakakakakak

  14. ni aku lagi nonton.. tapi kalo sabru gini pasti aku tonton gonta ganti sama masterchef aus hehe yg ada kalo ntn MCI pengen ketawa.. emang kaya dibuat2… tapi okelah.. karena jarang nonton mau tanya niy.. apa pernah ada tantangan celebrity chef chalenge kaya yg aus? coba jurinya ada kritikus makanan kaya matt preston misal pak bondan atau william wongso atau sapa deh kritikus2 makanan indo… syukur2 didatengin bintang tamu dr MC aus hehehe bisa gak ya? kaya callum hann atau marion grasby.. pasti seru..

  15. Selamat siang mas Haryowidodo, saya mahasiswi tingkat akhir Binus yang sedang menulis skripsi tentang Masterchef Indonesia, dan kebetulan saya membaca blog mas Haryo dan sangat tertarik untuk bertanya langsung kepada mas ttg proses produksi program ini guna melengkapi skripsi saya. Jika mas berkenan bisa tolong hubungi saya via email kathleenangeliaa@gmail.com, terimakasih banyak ya mas Haryo atas waktunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s