Category Archives: Cool Place

Menikmati Citylight di Bukit Moko

IMG_8835

Setahun lalu gw sempat mengunjungi Bukit Moko., sebuah nama yang sempat booming pada akhir tahun 2013 sampai pertengahan 2014. Moko adalah sebuah bukit yang terletak di kota Bandung, Bukit Moko terletak di Desa Cimenyan, Bandung dengan Koordinat di sekitar: -6.842261, 107.676656. Disana kita bisa melihat pemandangan Kota Bandung dari ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut.

IMG_8847
Untuk mencapai Bukit Moko ada beberapa jalur, jalur yang gw lewati pada saat itu adalah jalur umum dilalui oleh wisatawan ke Bukit Moko, yakni jalur padasuka, kira kira dari sekitar 1 km sebelum terminal Cicaheum dari arah jalan Suropati gw belok kiri dan melewati saung angklung Mang Ujo.

IMG_8761

Sepanjang perjalanan kita akan melewati rumah-rumah warga yang berjejer di sepanjang jalan dan melewati sebuah tempat yang bernama Caringin Tilu. Dari Caringin Tilu kita sudah bisa melihat kota Bandung, namun kita akan melihat kota Bandung lebih jelas dari Bukit Moko. setelah melewati Caringin Tilu gw jalan terus ke atas sampai mentok dan sampai terlihat melihat bangunan kayu yang bernama Warung Daweung. Dan sampai lah gw di Bukit Moko.

IMG_8829

IMG_9006

Warung Daweung adalah satu-satunya warung di lokasi ini, sehingga sangat populer dan diketahui secara luas oleh warga sekitar, Warung Daweung sebenarnya sama dengan warung lainnya bila dilihat dari segi makanan dan minuman yang ditawarkan, misalnya mie instan, pisang goreng, bandrek, dan lain-lain. Makanan atau minuman hangat ini memang paling cocok untuk menemani menikmati indahnya landscape Kota Bandung.

IMG_8859

IMG_8879

Pada saat gw disana kondisi warung sudah ramai dengan pengunjung yang mayoritas anak muda kuliahan, Warung ini buka dari pagi namun baru ramai menjelang malam hari karena banyak yang kesini untuk menikmati sunset dan citylight kota Bandung.

Gw penasaran apakah sekarang Bukit Moko masih ramai dengan pengunjung? Mudah mudahan gw bisa berkunjung kesana dalam waktu dekat.

Puncak Guha, A Place Of Solitude

IMG_9521

Ini adalah perjalanan gw pada bulan Maret setahun silam. Pada saat itu gw mendengar dari beberapa teman yang telah riding bahwa ada tempat menarik yang layak untuk dikunjungi yang bernama puncak Guha. Jarak dari Jakarta ke lokasi adalah sekitar 278KM dengan letak koordinat -7.536143, 107.497335.

IMG_9763

Pantai Puncak Guha secara administratif berada di Desa Sinarjaya, Kecamatan Bungbulang, Kab. Garut, Kabupaten Garut terletak di Provinsi Jawa Barat. Pada saat itu gw trip ke puncak Guha gw lakukan dengan Nita dan juga dengan dua orang teman mas Tommy dan temannya yang bernama Ari (mudah mudah ga salah namanya karena sudah lupa.. hehe), jalur yang kita ambil pada saat itu adalah Jakarta – Bogor – Ciawi – Cianjur – Cimahi – Soreang – Pangalengan – puncak Guha.

Selepas pangalengan jalur dengan tikungan yang mulus membuat asik dan menyenangkan untuk berkendara
Berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan selepas Pangalengan
Berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan selepas Pangalengan

Waktu tempuh pada saat itu adalah sekitar 10 Jam dengan jalan santai dan berhenti sekitar 5 kali. Berangkat jam 6 pagi kita sampai disana sekitar jam 4 sore. Jalur dari Jakarta hingga Banjaran dan Pangalengan seperti yang kita ketahui umumnya padat akan traffic, jalur yang mengasikkan di mulai dari pangalengan hingga pintu masuk pantai Rancabuaya.

IMG_9840

Jalur menuju Rancabuaya mengsuguhkan pemandangan yang menyejukkan
Jalur menuju Rancabuaya mengsuguhkan pemandangan yang menyejukkan

IMG_9461

Yes! Puncak Guha berdekatan dengan wisata Pantai Rancabuaya. Dari Pantai Puncak Guha menuju Pantai Rancabuaya, jaraknya kurang lebih 4km. Seperti apakah puncak Guha? Jika yang terbayang adalah tempat seperti kawasan puncak Bogor itu salah besar hehe..

IMG_9729

Puncak Guha merupakan semenanjung kecil berupa tebing. Disebut Guha karena di bawahnya terdapat sebuah gua yang masih dihuni oleh para kelelawar. Lokasi puncak Guha tepat menghadap ke laut selatan jawa, Samudera Hindia. Kegiatan yang dilakukan disana oleh masyarakat lokal adalah memancing ikan, namun effort yang harus dilakukan cukup berat karena kita harus turun ke tebing yang curam bagi gw malah cukup mengerikan.

Masyarakat sekitar yang memancing di ujung tebing puncak Guha
Masyarakat sekitar yang memancing di ujung tebing puncak Guha
Menunggu Sunset Muncu
Menunggu momen matahari terbenam

IMG_9464

Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah menyaksikan sunset dari puncak guha yang turun ke dalam bukit yang berada di sebelah barat puncak guha. Banyak wisatawan yang menginap di Rancabuaya datang ke puncak guha untuk menyaksikan sunset tersebut.

Mendirikan tenda sebelum gelap
Mendirikan tenda sebelum gelap

IMG_9573

Menikmati ayam bakar dibawah seribu bintang
Menikmati ayam bakar dibawah seribu bintang

IMG_9613

Pada saat itu kita mencoba untuk menginap langsung di puncak Guha dengan mendirikan tenda, kebetulan mas Ari dibekali 2 ekor ayam yang siap untuk dibakar, jadilah kita berbakaran ria di bawah seribu bintang..

IMG_9652 IMG_9638 IMG_9696

Ketika kita berada di puncak guha terdapat keheningan yang merasuk disela-sela debur ombak dari kejauhan dan nikmatnya memandang pemandangan yang eksotis seolah sedang menyajikan hamparan dunia lain, dunia yang selama ini hanya ada dalam lukisan atau pun wallpaper handphone dan komputer. Angin yang tertiup dari samudera hindia takkan sampai membuat gw menggigil, angin itu hanya akan membuat gw menjadi lebih rindu untuk datang kembali.

IMG_9624

IMG_9754

IMG_9722

Namun sayang pada saat gw ksana terdapat beberapa sampah bekas pengunjung yang tidak bertanggung jawab dari sampah bungkus makanan hingga botol bir yang beberapa botolnya pecah hingga sebuah gazebo yang hampir runtuh. Kalau diperhatikan sepertinya dulu pernah ada semacam pagar pembatas di bibir tebing namun sekarang sudah tidak ada, mungkin karena termakan usia atau mungkin juga karena aksi vandalisme.

Tidak sedikit wisatawan yang mampir dalam perjalanan dari Garut ke Cianjur melewati jalur pantai selatan
Tidak sedikit wisatawan yang mampir dalam perjalanan dari Garut ke Cianjur melewati jalur pantai selatan

IMG_9825

Overall lokasi ini sangat cocok jika kita ingin lari dari kesemerawutan kehidupan ibu kota untuk menikmati keheningan…

NNRP2014! Energi segar dalam misi berbagi..

TEASER-LOKASI_00

Pangalengan… Jika kata tersebut terngiang pada telinga kita yang terbayang adalah hamparan luas lahan perkebunan teh yang hijau beserta langit biru yang cerah dengan gugusan awan menawan di dalamnya.

Ya! Pangalengan adalah sebuah kawasan yang memiliki perkebunan teh yang sangat luas. Terletak disebelah selatan kota Bandung, Pangalengan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, dan terkenal akan beberapa objek wisata, seperti Situ Cileunca, perkebunan teh dan Kolam pemandian air panas Cibolang. Pangalengan juga dikenal sebagai daerah pertanian, peternakan dan perkebunan.

Di tahun ini tepatnya pada tanggal 19-20 Februari Pangalengan menjadi tempat spesial bagi gw karena tahun Pangalengan menjadi tuan rumah event akbar tahunan dari Nusantaride National Rally (NNR). Setelah event akbar pertama diselenggarakan di Dieng dan yang kedua di Ujung Kulon, kali ini saatnya Pangalengan!

TEASER-LOKASI_LOGO

Event ini memikili satu misi, yakni “berbagi”. Berbagi pengalaman, berbagi knowledge dan juga berbagi tenaga membantu sebuah entitas kecil yang terdapat di lokasi acara, dari sharing pengalaman dan ilmu dari cara berkendara dengan baik, cara menangani korban kecelakaan hingga membantu membuatkan fasilitas MCK untuk sebuah sekolah dasar yang letaknya tepat di sebelah lokasi event.

Oke disini tepatnya ceritanya dimulai..

BANNER_PROMAN

Setelah dinanti satu tahun penuh, terasa hati senang dapat kembali berkumpul dengan teman teman lama yang memiliki satu visi dan juga rasa gembira akan bertemu dengan wajah wajah baru yang belum pernah kita jumpa sebelumnya. Namun karena kesibukan kantor gw sempat ditakutkan akan tidak bisa hadir kali ini.

Beruntung pekerjaan kantor bisa gw selesaikan tepat sebelum hari-H dan juga lokasi terhitung tidak jauh dari Jakarta sehingga gw bisa melakukan persiapan dengan singkat.

20150223201722

Setelah siap mempacking barang bawaan dari tenda, matras, sleeping bag dan pakaian ganti. Dan yang tidak boleh terlewatkan adalah membeli minuman penambah energi Proman yang dapat membantu kita untuk tidak kehabisan tenaga dan konsentrasi selama perjalanan.

DSCN7710DSCN7706DSCN7725

Perjalanan gw dan Nita dimulai pada jumat subuh jam 5, berangkat dari kawasan Ciputat – Tangerang Selatan. Melalui jalur Ciputat – Parung – Bogor – Puncak – Cianjur. Perjalanan kala itu masih gelap dan sepi dan sedikit gerimis, Zedd (nama motor gw) gw pacu dengan kecepatan konstan 50 hingg 65kpj perjalanan santai dan tidak terburu buru.

Sempat bertegur sapa dengan seorang pengendara Versys yang melewati kita, ia pun sempat bertanya apakah ke #NNRP14 ? Saya pun mengangguk dan sambil mempersilahkan dia untuk jalan duluan. Hingga Bogor perjalanan sangat lancar tanpa hambatan sama sekali dan belum nampak kepadatan lalu lintas di Bogor dan Ciawi.

Hawa dingin menemani kita dalam perjalanan melalui jalur Gadog – Puncak Pas – Cipanas hingga Cianjur namun hawa dingin sama sekali tidak membuat kami kedinginan, jaket Respiro Journey beserta Base layer Respiro dan karena meminum satu kaleng Proman sebelum memulai perjalanan adalah senjata yang ampuh dalam melawan dingin sehingga kita tetap dapat berkonsentrasi.

Rest stop kita lakukan di sebuah pom bensin di daerah Citatah pada jam 7. Secangkir teh hangat untuk masing masing menemani kami istirahat sejenak meregakan otot. Setelah istirahat 30 menit kami melanjutkan perjalanan. Melewati Citatah hingga Padalarang, kepadatan mulai dirasakan menjelang masuk kota Cimahi.

DSCN7621

Perjalanan kami lanjutkan melalui Cimahi – Baros – Leuwigajah – Soreang. Masuk ke kota Cimahi melewati head officenya Respiro di Baros dan melewati wilayah Leuwigajah dilalui dengan lancar, cuaca pun sangat cerah pada pagi hari itu. Langit biru  yang cerah namun hawa yang sejuk, jadi tidak sabar untuk mencapai lokasi event.

Di soreang kami kembali dilewati oleh pengendara Versys ternyata pengendara yang melewati kami di jalur Parung, namun kali ini ia berada di dalam sebuah rombongan 4 motor Versys. Kebetulan salah satu anggota rombongan adalah mas Tommy, gw pernah jalan bersama dia ke puncak Guha Garut satu tahun silam ketika gw masih mengendarai pulsar. Sekarang dia memakai Versys namun Pulsarnya masih ada sedangkan Pulsar gw sudah menjadi warga Sidoarjo… Hehehe..

Kembali gw mempersilahkan rombongan Versys tersebut untuk jalan duluan. Nah menyusuri jalur Soreang hingga Banjaran yang menuntut konsentrasi tinggi di perjalanan kala itu, traffic yang padat hingga pengendara motor penduduk setempat lebih tepatnya disebut “akamsi” (anak kampung sini) yang berkendara se enaknya dari belok tanpa sein hingga memaksa memotong jalan. Disini tugasnya Proman membantu kami untuk tetap berkonsentrasi dengan baik dan memberi tenaga ekstra untuk mengendalikan Zedd.

DSCN7677

Tidak lama sampai lah kami di Banjaran, kami pun berhenti sejenak untuk istirahat, di Banjaran kami melihat banyak pengendara yang melintas kearah lokasi NNRP di perkebunan teh Malabar, semakin lama waktu berlalu semakin banyak yang melintas.

DSCN7671

Lokasi NNRP di perkebunan teh Malabar, perkebunan yang didirikan pada tahun 1896 oleh Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang warga negara Belanda yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat pribumi Hindia Belanda pada masa itu dan juga merupakan seorang pemerhati ilmu pendidikan khususnya astronomi. Kini perkebunan tersebut adalah milik negara yang di kelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

DSCN7645

DSCN7662

Event NNR dari tahun ke tahun selalu memakai konsep camping dimana semua peserta acara membawa tenda kemah untuk istrahat di lokasi. Dari tahun sebelumnya gw rasa event kali ini peserta bertambah banyak dan gw harap akan terus bertambah di tahun tahun yang mendatang.

DSCN_DENDI_00
Foto Credit: Dendy Julius

DSCN7527DSCN_Marlin_00

Setelah gw mendirikan tenda, gw menyempatkan diri beramah tamah dgn peserta lain dan melepas kangen dengan teman yang telah lama tidak jumpa yang selama ini hanya berkomunikasi lewat facebook group maupun forum diskusi nusantaride.com

DSCN_DENDI_01
Foto Credit: Dendy Julius

DSCN7580

Event pun akhirnya dibuka oleh ketua penyelenggara dengan secara simbolis memberi bantuan CSR ke sekolah dasar negeri desa Wanasuka yang lokasinya tepat disebelah campsite NNRP. CSR yang diberikan berupa renovasi dan penambahan sarana MCK di sekolah tersebut.

 DSCN7538

DSCN7544

Pada hari pertama ini kegiatan utama NNRP terletak di tenda besar ditengah campsite, dari kegiatan sharing knowledge hingga sharing cerita perjalanan yang pastinya menjadi inspirasi bagi yang mendengarkan. Tercatat ada 4 nara sumber yang sharing.

DSCN7571DSCN7546

Selain tenda utama, terdapat juga tenda tenda kecil yang ditempati oleh pendukung event ini. Ada Respiro, 7Gear, Castrol, Honda dan tentunya Proman. Acara pada hari pertama ditutup oleh api unggun.

DSCN_YUNUS
Foto Credit: Ahmad Yunus

 DSCN7588

Hari pun berganti, gw terbangun agak telat, mungkin karena hawa yang sejuk sehingga malas bangun.. Hehe

DSCN_Donny
foto credit: Widyawardana Adiprawita

Setelah bersih2 badan dan membuat sarapan kami lanjut beramah tamah dengan teman teman peserta. Agenda acara untuk hari ini adalah fun rally dan game ketangkasan berkendara.

DSCN_Temmy

Gw berencana untuk pulang pada jam 11 pagi supaya bisa kembali sampai rumah sore. Sedih harus berpisah dan melewatkan acara pentupan. Harapan gw di NNR selanjutnya akan lebih banyak pesertanya dan juga lebih seru.

Setelah pamitan dengan beberapa teman kami pun pulang melalui jalur yang sama ketika kami berangkat. Tidak terlupakan untuk minum Proman dulu sebelum jalan.

DSCN7523

DSCN7629

Perjalanan pulang relatif tanpa kendala dari Pangalengan – Banjaran – Soreang – Padalarang hingga Ciranjang kami lalui dengan lancar dengan cuaca cerah yang terik. Kepadatan lalu lintas baru terjadi ketika kami memasuki Cianjur dan berlanjut di Puncak dimana kita sempat terhambat oleh sistem buka tutup arus yang sedang di terapkan kepolisian setempat, namun itu pun tidak lama sehingga kami bisa melanjutkan hingga kota Bogor. Kami sempat istirahat sejenak di Bogor untuk stretching dan meluruskan kaki. Dan akhirnya kami pun sampai di depan pagar rumah tepat jam 7 malam.

DSCN7698

Perjalanan yang menyenangkan dan akan dikenang, semua  berjalan dengan lancar tanpa kendala, lelah tidak terasa dan konsentrasi juga pada perjalanan kali ini tetap terjaga berkat Proman sehingga perjalanan ini zero accident.

Seperti pada perjalanan gw sebelumnya setiap perjalanan kita pasti akan mendapatkan sebuah pengalaman baru, kalau boleh gw kutip dari http://www.proman5jam.com lets “Learn to enjoy every minute of my life”. Dan itulah yang gw dapat juga dalam perjalanan kali ini sehingga memotivasi gw untuk selalu memiliki energi lebih untuk selalu melakukan petualangan baru!

Sampai jumpa di NNR berikutnya…

BLOG_COM